Terkait Kasus Ibu Buang Anak, Karena Kemiskinan, KPAID Sarankan Kasus Dihentikan
Rabu, 06 Januari 2010
 
PINGGIR — Kasus ibu yang membuang bayi baru lahir di luar nikah, dan sempat mendapat perawatan di salah satu klinik di  Pinggir, akhirnya diperbolehkan pulang. ‘’Karena kemiskinan yang mendera keluarga mereka, maka pihak KPAID Bengkalis menyarankan kasus ini tidak dilanjutkan,’’ ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Marudut Hutabarat saat dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kapolsek Pinggir AKP Agus Sibarani didampingi Kanit Reskrim Bripka Salahuddin Manik, Selasa (5/1).
Seperti diberitakan sebelumnya, warga sempat dibuat geger dengan ditemukannya bayi yang masih merah ditepi Jalan Pungut V Desa Tengganau Kecamatan Pinggir Bengkalis, Jumat (18/12) sekira pukul 05.00 WIB lalu. Kontan kabar itu tersebar dengan cepat di Desa tersebut.
Bayi ditemukan terletak disemak-semak dekat sebuah batang pohon sawit muda dekat desa itu. Kondisi tubuh bayi mungil berjenis kelamin perempuan ini, nyaris tertusuk duri-duri dari pohon sawit tempatnya ditemukan.

Warga yang pertama kali menemukan bayi mungil yang lahir diawal tahun baru Islam ini, Yuli (25) kaget saat bangun mendengar ada suara tangisan tak jauh di depan rumahnya. Lalu dia membangunkan suaminya Anto Sekhi untuk melihat dari mana asal suara. Anto lalu memanggil tetangganya Pak Marno untuk bersama melihat ke tempat suara tangisan bayi itu datang.

Dengan membawa senter mereka mereka melihat ternyata ada bayi yang ditaruh di semak-semak tersebut. Oleh Marno bayi malang ini langsung dibawanya ke rumah untuk dibersihkannya. Lalu dia memanggil bidan desa untuk memotong tali pusat si bayi, kemudian mengkomatkannya. Marno pun akhirnya berniat untuk merawat si bayi yang dibuang ibunya ini.

Namun paginya barulah diketahui ternyata yang membuang bayi tersebut adalah ibunya sendiri bernama Mariani (21) yang masih warga Desa Tengganau tersebut. Si ibu ini tega membuang anaknya karena tak sanggup menanggung malu serta kemiskinan yang mendera keluarganya.
Adapun lelaki yang menghamilinya kabur ke Sumatera Utara, meninggalkan beban yang dirasakan begitu berat oleh wanita ini. Akhirnya membuat wanita ini nekat membuang bayi yang dilahirkannya sendiri.
=MXP
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >