Ayam Mati Mendadak, Diskes Turunkan TIM
Senin, 04 Januari 2010
 
Tim Dinas Kesehatan menemukan sejumlah ayam mati mendadak di sekitar kediaman Annisah (4) warga Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang yang diduga mengidap flu burung H5N1. Bahkan tim medis dari Jakarta juga langsung meninjau lokasi tempat korban yang diduga melakukan kontak dengan unggas tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Diskes Kabupaten Inhu Helmi A Manaf SSos ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX, Ahad (3/1) melalui telepon selulernya. ‘’Saat ini sudah dilakukan cek dan tindakan di TKP sekitar rumah korban,’’ ujarnya.

Dikatakannya, korban dengan kondisi panas yang cukup tinggi sebelumnya sempat dirawat di RSUD Indsarasi Rengat. Namun mengingat kondisi cukup kritis selanjutnya dirujuk ke RSU Arifin Ahmad Pekanbaru. Namun, berdasarkan keterangan sementara dari Pekanbaru, kondisi korban sudah mulai membaik. Namun demikian masih tetap menjalankan rawat inap di RSU Arifin Achmad.

Kadiskes menjelaskan, pada saat tim Diskes Kabupaten Indragiri Hulu bersama Diskes Provinsi Riau turun ke lapangan beberapa hari lalu bersama Dinas Peternakan Inhu menemukan sejumlah ayam mati mendadak itu sudah dikubur warga.

Kadiskes meminta warga lain termasuk keluarga korban yang diduga melakukan kontak dengan unggas tersebut, saat ini juga dalam pengawas dokter. Bahkan sejumlah perawat yang menangani korban juga dilakukan pengawasan. Setidaknya pengawasan itu selama lebih kurang tujuh hari kedepan.

Lebih jauh dikatakannya, Annisah merupakan korban kedua yang diduga terserang flu burung. Sedangkan korban ketiga sudah dalam keadaan sehat. Sementara korban pertama sebelumnya meninggal dunia.

Kepada masyarakat, Kadiskes mengharapkan, jika mengetahui adanya unggas mati mendadak segera melapor kepada Kades dan Camat setempat atau Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan. Begitu juga apa bila melakukan kontak langsung agar memakai masker dan selanjutnya tangan dicuci hingga bersih. ‘’Sesuai rencana pada Senin (4/1), terang Kadiskes, akan dilakukan sosialisai tentang flu burung dan bagaimana cara mengatasinya,’’pungkasnya.

 Sementara itu, terhitung Desember 2009, di Kabupaten Inhu terdapat kasus suspect flu burung . ‘’Kasus pertama di Desa Perkebunan Sungai Lala awal Desember lalu. Penyakit tersebut menimpa anak usia empat tahun, setelah sebelumnya kontak dengan unggas yang mati di dekat rumahnya.

Meskipun dinyatakan positif, namun beruntung anak seoang bidan PuskemasSei Lalak tersebut setelah sempat dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru selama lima hari dinyatakan sembuh dan sudah dibawa pulang oleh keluarganya.***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >