Toke Karet Tewas Dipelor Rampok
Senin, 04 Januari 2010
 
Demi mempertahankan hartanya dari aksi perampokan, seorang toke karet Mukri (45) harus rela meregang nyawa. Warga Desa Sungai Banyak Ikan, Kecamatan Kelayang, Inhu, ini tewas setelah pinggangnya ditembak rampok yang ingin merampas uang miliknya.
“Uangnya selamat, tapi nyawa korban tidak bisa tertolong lagi, dan dia tewas saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat,”ujar kerabat korban, Muslim (46), Sabtu (2/1) menceritakan hal itu pada Pekanbaru MX.

Sementara itu Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Hermansyah, SH, SIk mengatakan, peristiwa naas yang menimpa korban terjadi pada Sabtu (2/1) sekitar pukul 15.00 WIB, di Jalan Lintas Tengah Rengat - Teluk Kuantan, tepatnya di Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang.

Dimana pada siang itu korban berencana pulang ke rumah setelah mengambil uang dari toke karet di Desa Puncak Selasi, Kecamatan Rengat Barat, dan korban juga merupakan salah seorang toke karet di kampungnya.

Kuat dugaan korban sudah dihadang oleh dua pelaku perampokan tersebut. Sebab ketika pulang dari rumah toke di Puncak Selasi, korban menaiki oplek hingga Air Molek. Dalam perjalanan dari Air Molek menuju pulang, korban mengendarai sepeda motor Suzuki jenis Smash.

Tak jauh dari TKP, korban dipepet oleh dua orang tak dikenal yang juga mengendarai sepeda motor jenis Yamaha RX King. Diantara dua perampok itu, satu pengendaranya memakai helm standar dan rekannya memakai sebo dengan rambut agak panjang.

Sempat terjadi kejar-kejaran saat pelaku  meninta korban untuk berhenti. Namun korban nekat untuk tetap memacu kendaraanya. Alhasil, timah panas dari orang tak dikenal itu pun dilepaskan hingga tepat mengenai pinggang kiri korban.

Walau dalam kondisi tertembak,  korban tetap berupaya  menyelamatkan diri dengan  memacu kendaraannya. Hingga akhirnya sepeda motornya diarahkan ke RM Karya Mular, Desa Bongkal Malang dan kemudian menabrak jendela kaca.

Akibatnya kepala korban terbentur dan mengalami luka robek hingga mengeluarkan darah segar, dan sepeda motor yang dikendarainya juga mengalami rusak berat.

Pemilik rumah makan dan warga yang berada disekitar TKP langsung berdatangan. Sehingga kedua pelaku langsung tancap gas menuju daerah SP di Kecamatan Lala.

Melihat kondisi itu rekan korban Muslim (46), dan warga sekitar langsung melarikan korban ke RS Ibnu Sina Air Molek. Bahkan sebagian warga langsung melaporkan ke jadian itu ke Polisi. ‘’Kuat dugaan korban kehabisan darah. Sehingga korban tewas dalam perjalanan menuju RS. Kemudian untuk mengeluarkan peluru yang bersarang dalam tubuh korban terpaksa dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat, terangnya. =MXR
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >