|
Aksi beringas kawanan perampok terus menghantui masyarakat Riau. Sejak beberapa hari belakangan selalu saja jatuh korban di beberapa kota berbeda.
Kali yang jadi korbannya adalah Romi (35) Bendaharawan Desa Tanjung Medan, kecamatan Rokan IV Koto, Rohul digasak perampok saat baru pulang mengambil uang dana Alokasi Dana Desa (ADD) dari Bank Riau Pasirpangaraian di jalan menuju Desa Tanjung Medan, Selasa (29/12) sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku perampokan yang diperkirakan 2 orang tersebut membawa kabur uang Rp110 Juta dari tangan korban.
Akibat bacokan perampok Romi mengalami luka berat pada bagian kepala dan tangan. Karena luka korban sangat serius pada tangan dan kepala akhirnya dirujuk ke RSUD Pekanbaru setelah sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Ujungbatu.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Adang Suherman kepada Pekanbaru MX melalui Kapolsek Rokan IV Koto AKP Juni Safrin mengatakan korban dirampok saat baru pulang mengambil uang dari Bank Riau Pasirpangaraian bersama Kepala Desa Tanjung Medan Andilala.
Saat itu korban dan Kades Tanjung Medan beriringan mengendarai sepedamotor masing-masing menuju Desa Tanjung Medan. Sedang yang memegang uang ADD yang baru diambil dari bank tersebut adalah Romi sang Bendaharawan. Uang tersebut ditaruh dalam tas.
‘’Namun saat mereka tiba di jalan menuju desa sekitar 5 Km dari Desa Tanjung Medan, dua orang tidak dikenal tiba-tiba muncul dari balik semak dan langsung menghadang Romi. Sementara sang Kepala Desa masih jauh di belakang. Saat itu pelaku perampokan dengan bersenjatakan parang dan kayu langsung menghadang sepeda motor korban.
Dengan gerak cepat dua pelaku yang menutup wajahnya pakai sarung langsung menarik korban dari atas spedamotornya dan langsung memukul kepala korban dengan kayu. Akibatnya korban tersungkur. Saat itulah pelaku berhasil mengambil tas korban berisi uang Rp 110 juta. Uang tersebut adalah uang ADD pencairan tahap II,’’ ungkap Juni Safrin.
Juni menambahkan usai merampok pelaku langsung kabur bersama uang hasil rampokannya. Namun selang beberapa menit Kades Tanjung Medan Andilala tiba dari belakang dan melihat bendahawawannya sudah terkapar berlumuran darah. Kadespun membawa korban ke Puskesmas Ujungbatu.
Karena kondisi korban mengalami luka parah akibat pukulan kayu dan benda tajam akhirnya malam itu juga korban dirujuk ke RSUD Pekanbaru. ‘’Saat ini kita telah mengamankan barang bukti berupa sebilah parang dan kayu yang diduga digunakan untuk memukul korban. Kita juga melakukan penyelidikan intensif peristiwa ini karena diduga banyak kejanggalan di TKP,’’ ujar Juni Safrin.
Kades Tanjung Medan Diperiksa Menurut Kapolsek Juni Safrin saat ini Andilala, Kades Tanjung Medan juga diperiksa untuk diambil keterangannya. Menurut Juni dalam olah TKP yang dilakukan pihaknya banyak ditemui kejanggalan dalam peristiwa perampokan tersebut.
Kita periksa dia (Kades Tanjung Medan) sebab saat pulang mengambil uang dari Bank Riau Pasirpangaraian, mereka bersama-sama menumpang bus. Tiba di Simpang Siabu, sang Kades memberikan uang ditangannya ke korban dan menyuruh korban naik sepedamotor lebih dulu dan kades menyusul dari belakang.
Kecurigaan kita dalam peristiwa ini kita menduga ada semacam rekayasa jika dirunut kronologisnya. Untuk itu kita periksa intensif mengambil keterangan sang kades terlebih mengapa mesti dia menyerahkan uang yang sudah di tangannya ke korban. Malah saat itu dia menyuruh korban berkendara di depan, ungkap Juni.
Juni menambahkan menyesalkan tindakan Kades karena saat mengambil uang tidak meminta pengawalan dari polisi. ‘’Kita sesalkan dia. Dia tidak mau minta pengawalan dari kita. Uang berjumlah besar apalagi uang itu adalah uang rakyat. Padahal kita selama ini tidak pernah meminta bayaran dalam melakukan pengawalan jika diminta.’’ kata AKP Juni Safrin. ***
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|