Lagi, Perampok Karyawan Sawit Dibekuk
Rabu, 30 Desember 2009
 
Kasus perampokan yang terjadi  Selasa (8/12),  lalu di daerah tempat pembuangan sampah di Desa Maredan Barat Kecamatan Tualang mulai menemukan titik terang. Pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari lima orang, dua diantaranya dikabarkan telah dibekuk oleh jajaran Reskrim Polres Siak belum lama ini dan telah diamankan di Mapolres Siak. Sementara itu, kurang lebih sepekan yang lalu, seorang tersangka lagi dengan inisial DWS (28) warga Bunut Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang dibekuk di rumahnya oleh jajaran Polsek Tualang tanpa melakukan perlawanan.
Kapolres Siak AKBP Rohmat Nursaid Msi yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Tualang AKP Ahmad didampingi Kanit Reskrim Ipda Rajamin Nasution beberapa hari lalu saat ditemui di Mapolsek Tualang menyebutkan, tersangka dibekuk dirumahnya beberapa saat setelah pulang dari Pujut.  Tersangka mengakui mendapat jatah Rp 1 juta setelah melakukan perampokan atas salah seorang karyawan perkebunan sawit cipo  Andi Syamsudin (43). Di situ tersangka berperan sebagai tukang gambar atau melihat situasi, tentang lokasi perampokan terang Kapolsek.               

Seperti pemberitaan sebelumnya,  aksi perampokan tersebut terjadi Selasa (8/12) sekitar pukul 09.30 Wib tepatnya dijalan tempat pembuangan sampah Desa Maredan Barat menyebabkan korban kehilangan uang sebesar Rp 41 juta untuk membayar gaji buruh perkebunan sawit serta tiga unit Hp merk Nokia serta dompet yang berisikan surat -surat berharga. Korban sempat ditodong senjata api laras pendek oleh pelaku guna menakuti korbannya.

Informasi yang diperoleh, korban adalah warga Jalan Indah Kasih gang Utama IV RT 11/06 Kelurahan Perawang itu seperti biasa sekitar pukul 09.00 wib berangkat dari rumahnya menuju ketempat kerjanya dengan menggunakan sepedamotor honda Vario warna merah dengan membawa uang sejumlah Rp 41 juta untuk pembayaran gaji buruh sawit.

Awalnya,korban tidak menyadari dirinya telah diikuti oleh dua pengendara sepedamotor berjumlah empat orang.Dirinya baru menyadari sesampainya memasuki jalan tempat pembuangan sampah Perawang,dua sepedamotor masih terus mengikuti korban.

Menurut pengakuan korban,tiba tiba dari arah belakang satu unit sepedamotor menyerepetnya, akibatnya dia terjatuh, namun saat akan berdiri lagi satu sepedamotor lainnya menabrak sepedamotornya dan mengenai paha kanannya hingga dirinya tersungkur lagi.

Ciri ciri pelaku,jelas korban menggunakan helm. Hanya pelaku yang menodong pistol kearahnya yang tidak mengenai helm, disebabkan helm pelaku terjatuh sewaktu menabrak sepedamotor korban, dengan ciri berambut lurus, berkumis dan kulit sawo matang serta menggunakan baju kaos abu abu dengan tinggi badan sekitar 170 cm.

“Waktu diserempet motor pertama,saya berdiri dan sewaktu berdiri saya ditabrak lagi oleh motor ke dua.Saya langsung berdiri hendak melawan,namun saat itu salah satu pelaku menodongkan pistol laras pendek ke arah saya, hanya wajah pelaku yang menyodorkan pistol yang saya ingat cirinya,”jelas korban di Mapolsek Tualang,Selasa (8/12) saat itu.

Melihat pelaku menyodorkan pistol kearah dirinya, korban menjadi ketakutan. Melihat korban tak berdaya,salah seorang pelaku membentak agar korban menyerahkan uang yang dibawanya.Namun sepertinya mengetahui keberadaan uang yang diincar, pelaku mengambil kunci motor korban dan membuka jok sepedamotor dimana uang disimpan korban.

Selain merampas uang korban, pelaku kemudian mengambil barang barang berharga lainnya yakni tiga buah hp merk Nokia dan dompet korban.Setelah mengasak barang milik korban,keempat tersangka tersebut segera melarikan diri dengan meninggalkan korban.

“Akibat terjatuh,bagian paha dan bahu saya sakit dan tangan lecet.Saya tidak perhatikan mereka menggunakan motor apa yang jelas pelakunya empat orang,”jelas korban.

Pelaku kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tualang. Korban berharap agar pelaku dapat segera ditangkap. ”Kalau barang yang diambil mungkin tak kembali, namun harapan saya pelaku dapat di tangkap,” harapnya.***

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >