Hamili Pacar, Bujang Dihajar Massa
Rabu, 30 Desember 2009
 
PEKANBARU — Apa yang dilakukan Jafaris Saragih (33) dianggap masyarakat sudah kelewat batas. Kenapa tidak, sudahlah menghamili pacarnya Rina Situmeang (20), bujangan ini malah menolak untuk bertanggungjawab.
Tak sampai disitu, pria tidak bertanggung jawab ini juga mengancam Rina supaya tidak memberitahukan kehamilannya itu kepada kedua orang tua maupun keluarganya.

Namun walaupun ancaman selih berganti datang dari mulut Jafaris, korban yang sudah tak tahan lagi menyembunyikan kehamilannya yang sudah berusia 6 bulan itu akhirnya menceritakan aib  itu kepada orang tua. Mendengar cerita putrinya itu, keluarga mereka langusung mencari pria tersebut.

Senin (28/12) sekitar pukul 18.00 WIB, pihak keluarga yang dibantu warga berhasil menemukan Jafaris di depan Plaza Matahari Jalan Pepaya. Tanpa pertanyaan apapun, dengan emosi, pria asal Sumut inipun dihajar massa hingga babak belur.    

Akibatnya tubuh pria ini mengalami luka memar. Setelah puas, warga dan keluarga korban menyerahkan Jafaris ke Mapoltabes Pekanbaru. Kapoltabes Pekanbaru AKBP Drs Mujiyono SH Mhum ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim AKP Jon Wesly Arianto SIk membenarkan adanya kejadian itu, namun kini pihaknya masih melakukan penyidikan.

Jon Wesly menjelaskan, korban Rina dan Jafaris Saragih ini sudah lama berpacaran. Namun hubungan mereka sudah melewati batas, sehingga Rina mengalami kehamilan yang kini sudah berusia enam bulan.

Sayangnya, setelah mengetahui pacarnya hamil, Jafaris menolak untuk menikahi. Yang lebih parah lagi, Jafaris sempat juga mengancam korban supaya tidak melaporkan kehamilan itu kepada keluarga maupun kepada orang tua korban sendiri.

Namun karena korban tidak mungkin mempertanggung-jawab kandungannya itu sendiri, menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya. Sehingga orang tua korban mencari pria yang telah menghamili putri itu. Setelah bertemu karena sudah tak tahan lagi menahan emosi pria itupun dihajar hingga babak belur.

‘’Jafaris tidak bisa kita tahan, karena mereka sudah sama-sama dewasa. Sekarang korban sudah hamil enam bulan, dan kami mengharapkan supaya kedua insan ini dinikahkan saja. Kita sayang melihat korban dan kandungannya itu siapa yang bertanggungjawab kalau mereka tidak dinikahkan,’’ ujar AKP Jon Wesly.  =MXD

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >