Firdaus, Pemilik Pabrik Inek: Racik Ekstasi dengan Bahan Obat Anti Nyamuk
Rabu, 23 Desember 2009
 
WAJAH Firdaus (37) warga Danau Buatan, Dermaga Dua, Rumbai Pesisir ini terlihat pucat setelah ditangkap petugas, Senin (21/12) pukul 23.00 WIB di Perumahan Panorama, Lembah Sari, Rumbai Pesisir, terkait bisnis inek yang dijalaninya.
Ketika ditemui Pekanbaru MX di Maposekta Senapelan, Selasa (22/12), Firdaus tak bisa menyembunyi rasa penyesalannya, karena pabrik ekstasi dan sabu-sabu miliknya digerebek Tim Opsnal Polsekta Senapelan.

‘’Baru tiga hari buka bang, modal saja belum kembali sudah ditangkap. Saya baru berhasil membuat inek sekitar 75 butir dan sabu-sabu 1 ons lebih. Saya sudah mencoba menyembunyikan tempat usaha ini, tapi petugas menyetahui juga,’’ ujar Firdaus.

Diceritakan lelaki berkaca mata ini, usaha itu sebenarnya bukan kemauannya sendiri, tetapi karena ada yang memodali. Kini sang pemodal masih buron. ‘’Ini bukan modal saya, saya dimodali oleh orang lain. Saya cuma tukang buat saja, dan sekaligus mengedar. Kalau tempat usaha itu memang punya saya. Yang beli mesin cetak dan alat lainnya itu ada bos saya,’’ tambah pria bertubuh kurus ini.

Usaha bisnis psikotropika ini menurut Firdaus cepat membuahkan hasil, namun resikonya sangat tinggi. Selama berbisnis narkotika Firdaus mengaku baru kali ini ditangkap polisi. Dulunya dirinya hanya mengedar sabu-sabu, tapi karena ada yang memmodali dirinya nekat membuka usaha tersebut.

‘’Biayanya banyak juga, resiko pun tinggi. Saya memproduksi ini sendiri, tanpa ada karyawan. Pokoknya selama tiga hari itu saya sudah membuat 75 butir ekstasi dan 1 ons lebih sabu-sabu. Rencananya untuk diedarkan di Kota Pekanbaru,’’ terangnya sambil menutup wajah dengan kedua tangan.

Tak cuma itu, Firdaus mengaku membuat ekstasi campurannya banyak bahan dan jenis yang terkandung di dalamnya. Salah satunya obat anti nyamuk yang dicampur dengan obat ketamine dan masih banyak yang lainnya. Setelah keluar dari mesin cetak, ekstasi itu langsung dimasukan ke dalam open untuk dipanaskan.

‘’Kalau kerjanya memang perlu kesabaran, karena kalau tidak cukup campurannya bisa hancur pil itu. Barang bukti yang diamankan di rumah saya 15 butir ekstasi dan tiga bungkus sabu-sabu serta alat-alat bukti lainnya. Kalau penyesalan pasti ada bang, tapi gimana lagi tidak ada artinya,’’ ungkap Firdaus.***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >