|
INHIL — Sesosok bayi malang berjenis kelamin perempuan, Selasa (22/12) sekitar pukul 10.00 WIB ditemukan tewas mengapung di sungai belakang barak (kontainer) PT Inhil Sarimas Kelapa (ISK), Sei Sejuk, Desa Sei Gantang, Kempas, Indragiri Hilir (Inhil).
Pada saat ditemukan, bayi yang ditafsirkan baru lahir dalam kondisi telah membengkak, kepala belakang kiri dan kanan serta dagu mengalami luka robek. Kuat dugaan, bayi tak berdosa yang ari-arinya masih lengket dipusar itu merupakan hasil perselingkuhan dan dibunuh oleh orangtuanya.
Kapolres Inhil AKBP Achmad Kartiko SIK MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kabag Bina Mitra AKP Robinson Saragih dan didampingi Kapolsek Kempas AKP Suwarno membenarkan adanya penemuan bayi perempuan yang telah tewas tersebut.
‘’Penyebab kematiannya dan siapa orangtua bayi itu masih dalam penyelidikan. Kini pihaknya sedang menyebar kelapangan untuk menyelidiki siapa pelaku yang tega membuang bayi tersebut,’’ ungkap AKP Suwarno, Selasa (22/12).
Diterangkan, penemuan bayi malang itu pertama ditemukan oleh seorang warga bernama Sopiah (36). Saat itu, Ibu Rumah Tangga (IRT) tersebut sedang mencuci pakaian di pinggir sungai belakang mess kontainer PT ISK, Sei Sejuk, Desa Gantang, Inhil, Selasa (22/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Pagi itu dia terganggu dengan bau yang tak sedap menusuk indra penciuamnya.
Tak berapa lama berselang, Sopiah dikagetkan dengan melihat sesosok mayat bayi yang telah membengkak dan mengapung di sungai tersebut. Kaget melihat bayi yang telah tak bernyawa dengan kondisi telanjang itu, Sopiah segera memberitahukan pada Satpam perusahan pengelolaan kelapa tersebut.
Mendapatkan laporan, beberapa orang Satpam perusahaan terkemuka di Inhil itu segera meluncur ke lokasi penemuan dan memberitahukan pada pihak kepolisian. Mendapatkan laporan, jajaran Polsek Kempas lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Selanjutnya, petugas lalu mengevakuasi mayat bayi itu ke Puskesmas Kempas untuk divisum. Selesai divisum, mayat bayi malang itu lalu dibawa ke rumah Kepala Desa Sei Gantang dan kemudian dikebumikan.
‘’Kami tetap berupaya mengungkapkan pelaku pembuang bayi ini,’’ tegas mantan Kapolsekta Sukajadi itu, seraya meminta peran serta masyarakat apabila mendapatkan informasi tentang seorang wanita baru melahirkan agar segera memberitahukan pada aparat setempat. =MXQ
|
|
|