|
Romi Sandra (16) pelajar Kelas 2 SMPN Puntianai yang juga warga Desa Batu Papan Kecamatan Batang Cenaku, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban gantung diri menggunakan kain sarung yang diikatkan pada kayu loteng ruangan tengah rumahnya. Akibatnya korban tewas dengan kondisi lidah terjulur.
Kapolres Inhu, AKBP Hermansyah, SH, SIk ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX Senin (21/12) melalui Kapolsek persiapan Batang Cenaku, Ipda Imron Teheri, S.Sos mengatakan kejadian naas yang menimpa keluarga korban terjadi pada Ahad (20/12) sekitar pukul 11.00 Wib di kediamannya. Korban nekad gantung diri dengan menggunakan kain sarung yang diikatkan di leher pada ruang tengah rumah korban.
Dijelaskannya, pada hari naas itu orang tua korban sedang tidak berada di rumah. Dimana ayah korban, Rusli (55) sedang mencari rumput untuk ternaknya. Begitu juga dengan ibu korban, Nafsiah (50) dan abangnya, Sondri Putra (19) sedang bekerja menderes karet di kebunnya.
Ketika orang tua perempuannya bersama abangnya pulang kerja melihat pintu dan jendela dalam keadaan terkunci dari dalam. Mereka lalu menggedor pintu untuk membangunkan korban. Namun dari celah terlihat korban sudah tergantung di ruangan tengah.
Melihat adiknya tergantung, abang langsung membuka pintu dengan cara paksa. Ibu korban langsung kaget dan terperanjat melihat dan tidak yakin anak bungsunya tergantung. Tidak itu saja, dipanggil-panggil dengan histeris, korban sudah tak bergerak dengan lidah terjulur.
Tangisan ibunya semakin menjadi-jadi ketika merangkul anaknya yang tidak berdaya lagi. Selanjutnya ibu korban langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Sementara ayah korban yang dijemput warga ditempat mencari rumput dalam perjalanan menuju pulang juga tidak dapat menyembunyikan kesedihan.
Gantung diri yang dilakukan korban membuat suasana sekitar kediamannya hingga ke Desa tetangga langsung gempar. Bahkan sebagian warga langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi. ‘’Dengan laporan tetang kejadian itu, beberapa personil langsung turun ke TKP,’’ ujarnya.
Masih kata Kapolsek, langkah awal yang dilakukan di TKP, korban langsung diturunkan. Kemudian korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bukit Lipai Kecamatan Batang Cenaku untuk dilakukan visum.
Berdasarkan hasil visum dokter, korban murni gantung diri. Salah satu ciri-cirinya pada kemaluan korban keluar cairan sperma. ‘’Korban murni gantung diri dan pada hari itu juga korban langsung dikebumikan di pemakaman umum,’’ terang Imron.*** |
|
|