Pengakuan Korban: Pelaku Paksa Saya Layani Nafsunya
Kamis, 17 Desember 2009
 
PEKANBARU — Dengan wajah tertunduk korban perkosaan, YN (15) warga Jalan Teuku Umar, Pekanbaru, Rabu (16/12) menjalani pemeriksaan di Mapoltabes Pekanbaru. Dalam pemeriksaan itu, YN mengaku pelaku memaksa untuk dilayani, namun karena dia memberontak akhirnya pelaku gagal melakukan niatnya.

Pantauan Pekanbaru MX di Mapoltabes Pekanbaru, YN yang ditemani keluarganya terlihat begitu terpukul dengan kejadian itu. Kepada petugas penyidik, YN mengaku pada malam kejadian hari, Jumat (11/12) dirinya baru saja pulang dari rumah temannya di Jalan DR Sutomo.

Namun dalam perjalanan menuju ke rumah dirinya bertemu dengan Hendri yang juga masih sebagai pacarnya. Ketika itu Hendri mengajaknya jalan-jalan. Mulanya YN sempat menolak ajakan pacarnya itu, tapi Hendri tetap memaksa korban supaya mau pergi bersamanya.

Singkat cerita, keduanya pun pergi dengan menggunakan sepeda motor milik Hendri. Awal-awalnya hanya jalan-jalan mulai dari Jalan Teuku Umar sampai ke Jalan Sudirman, tepatnya di depan MTQ. Kemudian niat busuk Hendri mulai nampak, Hendri dengan berpura-pura mengajak korban pergi ke Jalan Taskurun.

Sampai di jalan yang dijanjikan itu, sepeda motor Hendri berbelok ke arah wisma yang berada di jalan tersebut. Korban yang merasa ada yang tidak beres, mencoba menanyakan kepada Hendri kenapa dirinya dibawa ke wisma tersebut.

Hendri dengan sedikit merayu menjawab kalau dirinya ada yang perlu menyampaikan kepada korban. Kemudian keduanya pun masuk ke dalam wisma itu. Di dalam tersebut Hendri mulai beraksi dengan cara bermacam-macam cara hingga sampai memasukan jarinya ke dalam mahkota korban dan juga mencoba memasukan alat vitalnya. Namun hal tersebut gagal karena korban menolaknya.

‘’Dia sempat memasukan alat vitalnya, namun saya menolak dan akhirnya dia (Hendri) mencoba merayu saya. Tapi saya tetap menolaknya. Katanya ada yang perlu dibicarakan, ternyata sampai di wisma itu tidak ada yang dibicarakan. Awal-awal kemaluan saya terasa sakit karena dimasukan jari tangan dia,’’ ujar YN kepada petugas.

Kapoltabes Pekanbaru AKBP Drs Mujiyono SH Mhum ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim AKP Jon Wesly Arianto SIk mengatakan, kasus itu terjadi Jumat (11/12) sekitar pukul 22.00 WIB di wisma Jalan Taskurun.

‘’Sekarang kami masih perlu bukti-bukti lain. Dari hasil visum terbukti kalau kemaluan korban ada bekas luka memar akibat benda tumpul. Pelaku sudah kita panggil namun sampai saat ini belum juga datang. Mereka, korban dan pelaku sama-sama masih dibawah umur,’’ ujar Kasat Reskrim. =MXD

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >