Pasien Gizi Buruk Ditelantarkan, Kadiskes Kampar Berang Sama Perawat
Jumat, 20 November 2009
 
Meski kondisinya sangat memprihatinkan dan seharusnya dengan cepat diberi pertolongan, namun saat pertama kali dibawa ke RSUD Bangkinang, bocah berumur tiga belas tahun yang mengalami gizi buruk, Liza sempat ditelantarkan perawat rumah sakit tersebut.
Karena tak dilayani sebagaimana mestinya Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kampar Herlyn Rahmola SKm sempat marah-marah pada perawat. ‘’Seharusnya pasien seperti itu harus segera mendapat perawatan secepatnya. Inikan tugas kita sebagai pelayanan kesehatan warga. Memang ini karena kemiskinan. Tapi sebagai pihak kesehatan, kita harus proaktif,’’ katanya ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX, Kamis (19/11).

Liza masuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif, Selasa lalu sekitar pukul 14.30 WIB. Ketika itu ia sempat ditelantarkan petugas rumah sakit.

Saat ini memang kondisinya sudah mulai membaik. Meski demikian bocah ini hanya bisa terbaring ditempat tidurnya. Wajahnya terlihat pucat sementara badannya yang kurus terlihat jelas pada tubuh Liza. Ia terbaring di ruangan perawatan anak.

Selang impus masih tersambung ke bagian tangan Liza saat di temui di rumah sakit. Minuman susu bayi juga diberikan ibunya lewat sebuah botol dot. Tak ada rengekan ia keluarkan saat itu.

‘’Kata dokter yang memeriksa, putri saya memang sakit gizi buruk. Susu bayi itu pun dikasih dokter,’’ ucap Retno sang ibu Liza. Hari itu, Retno bersama keluarga lainnnya menemani Liza. Sedangkan bapaknya kerja.’’Suami saya bekerja di daerah yang jauh,’’ katanya.

Retno mengatakan, anaknya nomor tiga tersebut mengalami sakit mencret (sering buang air besar). ‘’Sudah lama memang seperti ini. Mungkin perutnya itu yang bermasalah,’’ terang warga Jalan M Yamin ini.

Sebelum dirawat kerumah sakit, terang Retno, bayinya tersebut sempat dirawat selama empat hari di puskesmas sekitar tempatnya tinggal. ‘’Sudah bawa ke puskesmas. Tapi tak sembuh - sembuh juga. Di puskesmas juga di kasih susu yang sama dengan di rumah sakit ini,’’ jelasnya.

Dengan umurnya seperti itu, Liza memiliki berat badan 5,3 kilogram. Dari seorang perawat yang bertugas di ruang perawatan anak mengatakan berat tubuh Liza tidak normal. ‘’Penyakit gizi burukkan dilihat dari berat badannya. Berat Liza itu memang tak normal. Seusia itu harusnya lebih berat lagi,’’ kata Retno mengulang kata petugas pada Pekanbaru MX.

Dari perawat serta para kelaurga pasien di ruangan tersebut diketahui, ternyata bukan hanya Liza, balita penderita gizi buruk yang dirawat di ruangan tersebut. Sehari sebelum Liza dirawat, balita bernama Mita (2)  juga sempat dirawat diruangan tersebut. ‘’Tapi pihak keluarga Mita membawanya pulang. Tak mau dirawat,’’ terang petugas perawat itu lagi.  ***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 

1 dari 1 Komentar

gizi buruk

Oleh: jalinur () Pada : 30-11-2009

gizi buruk

Oleh: jalinur Pada : 30-11-2009

di pecat aja ,perawat itu ,biar tahu rasa

 

1 dari 1 Komentar



Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >