|
Kabupaten Kampar saat ini masuk dalam daftar daerah endemis (rawan) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ini dibuktikan karena selama tiga tahun ke belakang selalu ditemukan penderita penyakit berbahaya tersebut di wilayah Serambi Mekkah ini.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Herlyn Rahmola SKm yang ditemui Pekanbaru MX setelah peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di kantornya, Rabu (18/11). Acara peringatan yang di pusatkan di lantai II RSUD Bangkinang ini dihadiri oleh Bupati Kampar, Burhanuddin Husin beserta pejabat lainnya.
Ia juga mengatakan, bukan hanya daerah Kampar saja yang rawan DBD. Tapi hampir seluruh kabupaten yang ada di Riau juga masuk dalam daftar endemis. ‘’Semua daerah Riau ini juga demikian. Semuanya endemis. Hanya saja daerah tertentu sudah mulai ke pengurangan resiko,’’ ucapnya.
Untuk wilayah Kampar yang sering terdapat penderita DBD yakni di Kecamatan Bangkinang, Bangkinang Seberang, Siak Hulu dan Kecamatan Tambang.
Dalam tahun ini saja, penderita DBD sudah ada yang di catat oleh pihak Dinas Kesehatan. ‘’Kalau soal jumlahnya saya kurang tau pasti. Coba tanya langsung sama staf saya,’’ akunya.
Bila jumlah penderita DBD tahun ini meningkat, hal tersebut merupakan hal yang wajar karena sangat dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi lingkungan sekitar. Untuk mengantisipasinya diminta warga agar selalu waspada, terutama di akhir-akhir musim hujan. ‘’Kita tetap imbau agar masyarakat tetap hidup bersih. Sosialisasi dan penyuluhan tetap berjalan,’’ jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Herlyn juga menerangkan nyamuk jenis aedes agepty suka hidup di air yang jernih dan tergenang. ‘’Itu berdasarkan penelitian para ahli. Jadi, kalau air yang di comberan maupun di parit-parit yang kotor, dipastikan itu bukan nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah,’’ ucapnya. Herly juga berharap pada warga harus elalau menggalakan 3 M yakni menutup, menguras, mengubur. Apalagi sekarang musim hujan. Barang-barang bekas, seperti botol di kubur saja. Sementara ketika Pekanbaru MX menanyakan apakah di wilayah Kampar ada sejumlah perusahaan yang merusak lingkungan sehingga warga sekitar mengalami jenis penyakit tertentu, Herlyn belum bisa memastikan. ‘’Itu bukan domain saya. Tapi yang pasti selama ini tidak ada keluhan warga ke dinas kesehatan tentang hal itu,’’ terangnya.***
|
|
|