 Rasa senang yang teramat sangat terpancar dari wajah Mardiatno alias Bejo (34). Meski baru saja mengalami peristiwa buruk tersebut ia tetap bersyukur. Sebab, jika teringat akan perlakuan kejam kawanan rampok, dia tak menyangka akan bisa selamat.
‘’Betul-betul sadis. Dalam mobil saya berulangkali dipukul pakai kayu balok, dilempar batu. Bersyukur saya masih hidup,’’ ujar ayah dua anak ini sambil menunjukkan bekas luka bacokan di tangan kanannya. Luka itu begitu lebar dan harus mendapat 11 jahitan.
Dijelaskan Bejo, semula tak pernah ia membayangkan akan mengalami hal itu. Makanya, ia sempat merasa trauma. Namun kini ia sedikit agak lega. Meski kehilangan uang tunai, tapi jiwanya selamat.
Bejo mengira, aksi ini ada hubungannya dengan persaingan bisnis. Tapi ia tak mau menduga-duga. Namun yang diherankannya, kenapa pelaku bisa mengenalinya. Bahkan ia sekalipun tak pernah berhubungan dengan pria yang tak dikenalinya itu.
Masih ingat di benak Bejo bagaimana ia diperlakukan kasar oleh para pelaku. Meski matanya tertutup, ia tahu betul ke arah mana ia di bawa. ‘’Saya dibawa lewat Simpang Bingung, Rumbai,’’ ingatnya.
Sesampainya di jembatan leighton Jalan Siak II, Bejo sedikit cemas. Sebab pelaku menggertaknya dengan mengatakan akan melempar tubuhnya ke sana. Tapi itu ternyata tak dilakukan. Bejo malah dibuang di parit seputaran terminal AKAP.
‘’Tangan, kaki, mulut dan mata diikat. Waktu dibuang ke parit itu, saya nyaris tenggelam. Untung saya dapat melepaskan ikatannya. Tapi syukurlah saya bisa selamat,’’ ujar Bejo.
Ditambahkan juga bahwa diantara lima kawanan rampok ada yang mengenalnya. ‘’Barangkalai saja kegiatan saya sehari-hari memang sudah diintai kawanan ini sehingga ketika saya lewat mereka sudah menunggu di jalanan mendaki tersebut,’’ ungkapnya. =MXO |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|