Toke Ikan Dibacok Rampok
Kamis, 12 November 2009
 
 Kasus perampokan di wilayah hukum Polda Riau terus terulang. Kali ini seorang toke ikan bernama, Mardiatno alias Bejo (34) dibacok lima kawanan rampok, Rabu (11/11) dinihari. Aksi mereka cukup sadis, karena setelah menguras uang tunai Rp20 Juta, tubuh korban yang sudah dibacok dan diikat lalu dibuang ke parit.
Setelah ditinggalkan pelaku, korban yang berismbah darah berupaya melepaskan ikatan. Hampir saja ia tenggelam. Bahkan air parit sudah pula terminum. Beruntung ayah dua anak ini berhasil membuka ikatan di tangan, kaki, mulut dan kain penutup mata. Setelah berhasil melepaskan ikatannya, dirinya baru tahu kalau saat itu ia berada di kawasan seputaran terminal AKAP, Payung Sekaki.

Darah terus berceceran dari bekas luka bacokan di lengan kanan Bejo. Tapi itu tak dihiraukannya. Pria asal jawa yang tinggal di Jalan Raya Panjang, Tebing Tinggi Okura, Rumbai Pesisir ini terus melangkahkan kakinya mencari pertolongan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan sekuriti terminal.

Kepada sekuriti ia minta diantarkan sampai ke simpang Mal SKA. Sesampainya di sana, ia naik taksi menuju Jalan Soekarno Hatta, tak jauh dari Hotel Ibis. Di sana ia biasa mengambil ikan buat disalurkan ke pedagang di pasar-pasar.

Setelah mengabari ke teman-temannya prihal peristiwa sadis itu, korban kemudian pulang. Tapi sebelumnya ia mampir dulu di Polsekta Rumbai Pesisir sekadar memberitahu peristiwa perampokan yang baru saja dialaminya.     

Selanjutnya korban permisi pulang untuk membersihkan diri. Tak lama sesudah itu, ia kembali ke kantor polisi untuk membuat laporan resmi.

Dalam laporan itu dijelaskan kalau aksi perampokan itu terjadi di Jalan Pramuka tepatnya di dermaga 1 Danau Buatan, Rumbai Pesisir sekitar pukul 00.30 WIB. Kala itu ia berangkat dari rumah menggunakan mobil L-300 BM 8765 AG. Tujuannya ingin mengambil ikan buat dijual.

Di tengah perjalanan di jalan mendaki yang berlubang, keluar lima pria dari arah kiri dan kanan. Sebelumnya ia tak menyadari kalau ada orang yang mengintainya. Maklum, di lokasi itu terbilang gelap dan ditumbuhi semak belukar.

Belum sempat berfikir, pelaku kemudian melempar kaca mobilnya dengan batu. Setelah kaca pecah, wajah korban disiram dengan air cabe. Lalu, pelaku menarik paksa korban dari pintu yang kacanya sudah pecah.

Saat itu korban hanya bisa pasrah dikeroyok pelaku. Ada yang pakai kayu dan ada juga yang pakai batu. Bahkan, salah satu pelaku sempat menebaskan golok ke arah kepala korban. Secara reflek korban menangkis hingga tangan kanannya robek.

Kemudian tangan dan mulut korban diikat. Matanya ditutup pakai kain. Setelah tak berdaya, korban dimasukkan ke dalam mobil toyota Avanza warna hitam yang sudah stand by di lokasi kejadian. Selanjutnya korban dibawa mutar-mutar. Sesudah itu barulah dibuang ke parit dekat terminal AKAP. Sebelum membuang korban, pelaku sudah mendapatkan uang tunai Rp20 juta dan handphone Nokia type 1300 milik korban.

Kapolsekta Rumbai Pesisir AKP Ferizal didampingi Kanit Reskrim Ipda Milson Jhony SH kepada Pekanbaru MX menyebutkan, kasus perampokan itu masih dalam penyelidikan. Kini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan intensif guna mengungkap siapa pelaku di balik aksi itu. ***

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >