|
ANEH tapi nyata. Seorang mahasiswi sekolah Alkitab, sebut saja Melati (22) jadi korban pencabulan. Pelakunya ternyata wanita juga. Istri dari kepala sekolah sekaligus tokoh agama berinisial RR (36).
Ketika ditemui Pekanbaru MX, Senin (9/11) di kediamannya di Jalan Baung II, Limbungan Baru, Rumbai Pesisir, korban mengaku telah berulangkali mendapatkan perlakuan tak wajar itu. Tapi ia tak bisa berontak. Selain disebabkan ia tinggal di asrama, ia juga dalam tekanan sang kepala sekolah tempatnya menuntut ilmu.
‘’Hampir tiap malam dia melakukan hal itu. Banyak teman yang lihat. Tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa dan saya pun tak bisa melakukan perlawanan,’’ ujar wanita berkulit hitam manis kelahiran Pananekeng (22), Tahuna Barat, Sangihe, Sulawesi Utara ini.
Diceritakan Melati, dari kampung ia berangkat ke Jakarta. Niatnya ingin memperdalam agama dengan belajar di sekolah Alkitab. Di sana ia bertemu dengan seorang wanita berinisial Tl. Singkat cerita, mereka pun berteman.
Tl akhirnya mengetahui niat temannya itu yang ingin belajar agama. Kebetulan, ia kenal RR, istri dari HS yang diketahui memiliki sekolah Alkitab yang berlokasi di Sumber Sari, Limapuluh, Pekanbaru. Lalu Melati direkomendasikan dan diperkenalkan kepada RR.
Selanjutnya hubungan antara Melati dan RR terjalin via telepon seluler dan itu intens dilakukan. Akhirnya Melati pun memutuskan untuk berangkat ke Pekanbaru. Entah apa alasannya, semua ongkos ditanggung oleh RR.
‘’Dua bulan lalu saya tiba di Pekanbaru. Teman saya yang memperkenalkan. Awalnya saya akan diperbantukan di TK milik keluarganya. Selain itu niat saya ingin sekolah Alkitab. Setiba di Pekanbaru, saya tinggal di asrama. Semula tak ada rasa curiga,’’ lanjut Melati.
Sebulan pertama tak ada yang aneh. Hari-hari dijalani RR dengan penuh ketekunan belajar agama. Namun memasuki bulan Oktober, tepatnya tanggal 1, peristiwa kelam yang tak akan pernah dilupakan Melati pun terjadi.
‘’Awalnya dia sering curhat ke saya tentang kekecewaannya serta permasalahan keluarganya. Itu saya anggap biasa saja. Tapi ternyata lain yang terjadi,’’ jelasnya lagi.
Sejak pertama berhasil mencabuli Melati, RR sepertinya ketagihan. Itu terus diulangi. Setiap ada kesempatan, ia mendatangi asrama. Kebetulan rumah pelaku hanya berjarak beberapa meter. Lokasinya berhadap-hadapan dengan asrama sekolah.
Rasa berontak sebetulnya sudah lama terpendam dalam hatinya. Tapi apa daya. Melati spertinya tak punya kekuatan. Untungnya, salah seroang teman korban menceritakan peristiwa memalukan itu kepada orang yang dituakan di Sangir Talaut, Sulawesi Utara yang kebetulan tinggal di Pekanbaru. Pria inilah yang kemudian menyelamatkan Melati dari cengkraman nafsu buas pelaku lebih lama lagi. ***
|
|
|