Kadus Kencani Istri Kades
Rabu, 04 November 2009
 
IBARAT ungkapan sebuah lirik lagu ‘kau bagaikan pagar yang makan tanaman’. Mungkin ini cocok untuk Kepala Dusun (Kadus) Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Indragiri Hulu berinisial Sya (30) yang tega berbuat mesum dengan istri atasannya yakni, Kepala Desa (Kades) daerah itu yang berinisial An (25).
Ironisnya, ulah perbuatan keduanya itu langsung diketahui oleh Kades Anak Talang berinisial, Eng (35). Nekatnya lagi, perbuatan tak senonoh itu dilakukan keduanya di kediaman Kades pada siang hari. Untung saja, sang Kadus tidak dihakimi massa yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung diserahkan ke polisi.

Kapolres Inhu, AKBP Robinson DP Siregar SH SIK ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX, Selasa (3/11) melalui Kapolsek Batang Cenaku, AKP Ben Hardi SH, perbuatan yang dilakukan tersangka terjadi pada, Selasa (20/10) sekitar pukul 16.00 WIB di kediaman Kades Anak Talang. ‘’Saat ini tersangka sudah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan berdasarkan laporan Kades,’’ujarnya.

Kejadian asusila ini terjadi pada pagi hari. Pada saat itu sang Kades dengan rekannya ada urusan di Rengat. Maklum sebagai seorang Kades banyak urusan untuk kepentingan masyarakatnya. Bahkan hal itu sering dilakukan Kades dengan cara meninggalkan istrinya di rumah.


Tanpa ada keraguan dan sedikitpun kecurigaan, pagi itu Kades bersama rekannya langsung meluncur ke Rengat. Biasanya setiap ke Rengat, baru akan pulang pada sorenya sesuai dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

Firasat akan adanya kejadian itu selama di Rengat dan juga selama dalam perjalanan, tidak ada dirasakannya. Namun, ketika Kades sampai di rumah ia langsung kaget melihat ulah bawahannya keluar dari kamarnya. Bahkan ketika dilihat ke dalam kamar terlihat istrinya dengan wajah cemas.

Melihat kondisi demikian, Kades langsung naik pitam. Ditambah lagi ketika keduanya sudah terlihat acak-acakan. Bahkan ketika ditanya, keduanya terlihat gugup dan tidak berani menjawab.

Warga yang mendengar Kades yang sudah mencak-mencak, juga pada berdatangan ke kediamannya. Sehingga warga juga ikut emosi ketika mengetahui apa yang telah terjadi.

‘’Pada hal tersangka sudah dianggap sebagai keluarga. Untung saja massa mau mendengarkan arahan BPD, sehingga tidak bertindak brutal dengan menghakimi Kadus gatal tersebut. Pelaku langsung diserahkan ke polisi untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,’’ terangnya. ***

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >