Parkir Mobil, Tas PNS Dirampas Rampok
Kamis, 29 Oktober 2009
 
  PEKANBARU — Bagi masyarakat yang memiliki barang berharga, disaat mengendarai kendaraan tampaknya harus benar-benar waspada. Sebab, kalau tidak tentunya akan menjadi korban tindak kejahatan jalanan seperti perampokan.
Seperti yang dialami seorang pegawai negeri sipil (PNS) bernama Fajariyani SE MSI. Hanya disaat luang waktu, warga Jalan Garuda, Labuh Baru Timur itu memarkirkan mobil, dua kawanan pelaku dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio BM 4399 CF langsung merampas tas korban.

Akibatnya, Laptop, dompet berisikan uang tunai Rp1 juta, ATM, KTP, SIM, Kartu Kredit, buku tabungan dan surat-surat penting lainya, yang tersimpan dalam tas tersebut raib. Kini, wanita itu hanya bisa berharap polisi segera menangkap kawanan ‘’Street Crime’’ tersebut.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Drs Zulkifli MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, pelaku masih dalam penyelidikan. ‘’Setelah mendapatkan laporan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi, jajaran Poltabes Pekanbaru langsung menyelidiki pelaku dilapangan. Sampai saat ini, pelaku masih dalam penyelidikan,’’ ungkap Kabid Humas, seraya mengingatkan pada masyarakat agar selalu tetap waspada.

Keterangan korban yang dihimpun Pekanbaru MX di kepolisian menyebutkan, peristiwa apes yang dialami korban itu berlangsung, Senin (26/10) sekitar pukul 16.00 WIB, di Jalan Gatot Subroto depan Siomay-Pekanbaru. Sebelumnya, korban yang bermaksud mau makan Siomay memarkirkan mobil di halaman parkir kantin siomay-Pekanbaru tersebut.

Namun belum sempat keluar, salah seorang dari dua orang pelaku dari arah sebelah kanan pintu depan mobil lalu membuka pintu dan mengambil tas miliknya. Melihat itu, korban berusaha mengambil tas miliknya yang berisikan barang-barang berharga tersebut.

Namun karena pelaku begitu cepat merampas sehingga tasnya berhasil dibawa kabur oleh dua orang pria pengendara sepeda motor Yamaha Mio, BM 4399 CF. Tak putus asa, korban berusaha mengejar, namun jejak langkah pelaku tidak terlihat lagi.

Dengan kondisi panik, korban lalu memutuskan untuk pulang ke rumah. Dan ke esokan harinya, Selasa (27/10) korban memutuskan membuatan pengaduan resmi ke kantor polisi terdekat.  =MXQ
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >