|
Selasa, 23 November 2010 |
|
“Nama ambo Dodi, Uni,” ucap bocah itu meralat, namun senyuman masih tak lekang di wajahnya. “Nama Uni siapa?”. Ah, anak ini santun sekali. “Panggil saja Uni Zara ya, Dik,” sahutku sambil menjabat tangannya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sabtu, 20 November 2010 |
|
Semilir angin menjelang sore menghembus dari kisi-kisi jendela rumah kayu nenek dengan sejuknya. Segelas teh manis hangat buatan Etek Lily, tanteku, kuteguk dengan perlahan. Tubuhku masih terasa lemas gara-gara hampir seluruh isi lambungku terkuras tadi. Aku sempat muntah-muntah. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sabtu, 06 November 2010 |
|
Buaya itu mungkin tidak berkelamin. Saya harus meminta maaf sambil tersenyum membaca kisah ini. Kita semua bisa menjadi ‘buaya’. Kita semua bisa menjadi penyelingkuh. Ketika kita kurang memiliki ketahanan terhadap perasaan tidak dicintai. Seperti kalimat yang lain, setiap orang memiliki peluang untuk memberontak ketika ia merasa disewenangi. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 05 November 2010 |
|
Tak ada yang manusia yang ingin hidup miskin. Namun jika Tuhan berkehendak, tak ada yang bisa menghalanginya. Begitu juga denganku. Bukannya aku menyesali kemiskinan ini, tapi orang-orang yang memanfaatkan kemiskinan untuk memperkaya diri sendiri, itulah yang kusedihkan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 9 - 12 dari 84 |