|
Jumat, 31 Desember 2010 |
|
Aini, masih seperti dulukah engkau, masih berpijakkah engkau di rumah indahmu yang penuh dengan kedamaian hati. Kau membuatku tersadar ketika itu, membuat hidupku yang terasa sepi menjadi hingar bingar penuh dengan cahaya, warna, dan harmonisasi suara yang selalu membuat relung batinku menggeliat mencari-cari kebenaran tentang hidup yang sebenarnya, yang bisa memberi makna, kebaikan dan manfaat dalam nyata, bukan hanya cahaya, warna maupun suara keterasingan. Kau dan aku memang berbeda, perbedaan yang membuat kita terpisah ribuan mil dari negeri leluhur kita. Aku hidup seperti berada di awang-awang, begitu tinggi hingga bisa kurengkuh semuanya, tapi seakan-akan aku tak berpijak di bumi, hingga aku tak begitu mengenal secara dekat bahwa hidupku begitu beruntung, semantara kau hidup di dasar bumi, hingga kau mengenal semua yang tumbuh di sekitar tubuhmu yang anggun, kau menjadi begitu bermakna dan kau mengenal benar arti keberuntungan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 16 Desember 2010 |
|
Aku selalu saja dapat menikmati cara-cara Rio dalam mennerjemahkan sisi romantisnya. Sementara jika bersama Dewa, aku seperti seorang permaisuri yang selalu dibalut dengan hal-hal yang agung, mewah dan serba anggun. Dewa bak seorang pendongeng yang mahir dalam membawakan cerita. Aku seringkali terhanyut oleh ungkapan-ungkapan cinta dari bibirnya yang teramat manis, membuaiku dalam kehangatan gerakannya yang bergelora, selalu menyambangiku dengan cintanya yang seperti Dewa. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sabtu, 27 November 2010 |
|
Siapa yang tidak pernah merasakan nikmatnya menjadi anak kos? Hampir semua dari kita pernah merasakan hal yang sama. Jauh dari orangtua, mencoba hidup mandiri, berusaha menyelesaikan setiap permasalahan hidup sendiri dan sebagainya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rabu, 24 November 2010 |
|
“Uniiiiiiiiiiiii!!! Sebuah sentuhan lembut di keningku, membuat aku terjaga. Kepalaku masih agak pusing. Kubuka sedikit demi sedikit kelopak mata yang terasa agak berat, dan akhirnya aku sudah bisa menangkap objek-objek di sekelilingku. Aku sudah berada di kamar nenek, dan lihatlah, ada nenek dan Etek Lily mengitariku, malah Putri tidur-tiduran di sebelahku. Mereka semua tersenyum bahagia menyambut aku yang baru saja siuman. Ternyata aku cukup lama pingsan. Dan hei, ada seorang lagi yang sedang duduk di sampingku. Mama! |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 5 - 8 dari 84 |